Sabtu, Oktober 31, 2015

Perbedaan Smartphone Resmi, BM dan Replika

HargaHpTerbaru.co - Pernah liat2 hp Smartphone di marketplace? kalau iya pasti dong pernah liat harga smartphone murah banget jauh dibawah harga pasaran, tapi pas kita cek lebih teliti dideskripsinya disebutkan hp REPLIKA or hp BM, tahu arti kata keduanya? kalau tahu arti kata keduanya berhentilah membaca artikel ini, tapi kalau belum tahu atau mau tahu lanjutkan sampai habis, untuk smartphone replika biasanya penjual pakai istilah SUPERCOPY.

Dan pernah ada artikel menyebutkan bahwa smartphone replika (supercopy) sengaja disusupi malware , Malware berbahaya di dalam perangkat tersebut dikenal sebagai “Uupay.D” dan hadir dengan menyamar sebagai aplikasi preinstall Google Play Store. Keberadaannya pun tidak dapat dihapus oleh pengguna secara manual, serem gak?

Perbedaan Smartphone Resmi, BM dan Replika

berikut kutipan artikel tentang smartphone replika yang katanya ada malware.

Dikutip dari theguardian.com - Sejumlah smartphone Android China yang dijual di Amazon, eBay, dan sejumlah toko online lainnya, ditemukan telah disusupi malware berbahaya yang dapat mencuri data penggunanya. Smartphone China tersebut tak diketahui asal-usulnya vendornya dan mereplika desain dari sejumlah smartphone populer.

Salah satu smartphone Android Cina tersebut adalah The Star N9500. Bentuk desain N9500 menyerupai Galaxy S4, smartphone flagship dari Samsung. Bisa dikatakan, N9500 merupakan replika dari Samsung Galaxy S4. Smartphone tersebut diproduksi di China, namun dijual secara online melalui sejumlah reseller yang berbasis di Belfast dan Hong Kong.

Seorang peneliti keamanan cyber Jerman dari G Data, Christian Geschkat mengatakan, malware tersebut mencuri data pribadi pengguna di handset lalu dikirim ke server anonim yang terletak di China. Canggihnya lagi, malware tersebut juga bisa menginstal aplikasi tambahan yang mengandung virus tanpa sepengetahuan pengguna.

Selain itu, malware ini memungkinkan penjahat cyber dapat melacak lokasi smartphone, mencegah dan merekam panggilan telepon, mengirimkan pesan teks premium, hingga melakukan pembelian online tanpa seizin pengguna. Yang paling dikhawatirkan ialah, bila pemiliknya memasang dan menggunakan aplikasi mobile banking di smartphone tersebut, maka hacker bisa menyusup dengan mudahnya ke akun perbankan.

“Penjahat online memiliki akses penuh ke smartphone. Satu-satunya hal yang pengguna bisa lihat (dari malware tersebut) ialah sebuah aplikasi dengan ikon Google Play Store. Aplikasi ini benar-benar tersamarkan,” ujar Geschkat.

Konsumen pun disarankan untuk tidak tergiur dengan harga murah dan spesifikasi yang diusung dari smartphone replika semacam ini. Kebanyakan smartphone tersebut dijual kurang dari US$ 150 (Sekitar 1,5 jt Rupiah). Beberapa konsumen pun mengeluhkan, build smartphone tersebut berkualitas rendah dan gampang rusak setelah dipakai beberapa bulan.

Hingga saat ini, belum dapat diidentifikasi apakah keberadaan malware di smartphone replika tersebut memang disengaja dengan hacker bekerja sama dengan produsennya atau menyusup secara diam-diam.

Berikut perbedaan smartphone RESMI, BM dan REPLIKA.

Resmi:

  • didistribusikan oleh distributor resmi dan dijual di toko-toko hp baik besar, sedang, atau konter.
  • pada dus terdapat stiker POSTEL, berbahasa Indonesia, dan ada manual dalam bahasa Indonesia.
  • klaim garansi bisa di service center resmi, bila masih dalam masa garansi dan belum root, harusnya tanpa biaya, itu juga bukan karena human error semisal dibanting atau dicelupin ke air.
  • harga cukup mahal (relatif sih, tergantung ekonomi masing-masing) tapi sebanding dengan kualitas yang didapat (semisal cacat produk ya bisa minta ganti, biasanya 1-7 hari).


BM:

  • didistribusikan oleh perorangan atau sekelompok orang atau beli sendiri dari luar negeri, tidak dijual di toko-toko namun secara langsung dari distributor.
  • dus tidak ada stiker POSTEL, dan bahasa tulisan di dus adalah bahasa asing, pun dengan manual nya.
  • klaim garansi hanya bisa ke distributor, biasanya 1-3 bulan, namun kalau distributor bangkrut ya resiko ditanggung sendiri.

service center resmi, terutama samsung, menolak garansi internasional, jadi dipastikan biaya servis mahal, belum lagi jika komponen tidak tersedia secara resmi.

  • harga lebih murah karena tidak kena pajak (namanya juga pasar gelap), namun resiko tinggi (bisa produk baru, produk bekas, bahkan replika).


Replika:

  • sama dengan BM, hanya saja produk yang dijual adalah tiruan (fisik) produk tertentu, biasanya smartphone samsung dan apel busuk.
  • secara fisik mirip dengan aslinya, namun secara hardware seperti produk lokal, dan bisa jadi komponen yang digunakan adalah komponen bekas atau rusak, sehingga baterai tidak dapat diisi ulang, dan performa lebih parah dibanding produk lokal resmi.
  • secara interface, bisa dial/telpon *#0*#, bila muncul LCD Test, maka bukan produk replika.
  • harga yang ditawarkan bisa lebih rendah dari BM, namun kita hanya mendapat casing yang mirip asli, harusnya produk replika dihargai Rp 50.000,-.


Bagaimana artikel diatas? semoga bisa membantu anda untuk lebih hati2 memilih smartphone. ada baiknya periksalah terlebih dahulu kondisi smartphone yang akan anda beli. beli lah smartphone di gerai – gerai resmi, pastikan dan pastikan medapat kartu garansi sebagai pembuktian bahwa smartphone yang anda beli asli dan bukan supercopy

jangan tergiur dengan iming-iming harga miring. yang namanya KW tetaplah KW tidak mungkin se-bagus dan se-aman dari penciptanya itu sendiri



Perbedaan Smartphone Resmi, BM dan Replika Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Awidya Firsiades Alin